Thursday, August 30, 2012

PUNCLUT

Kawasan Punclut
Punclut katanya si kependekan dari puncak Ciumbuleuit. Lokasinya ada di Bandung Utara bersebelahan dengan lembang. Awalnya Punclut dikenal sebagai tempat lari pagi dan jalan jalan pagi, apalagi didukung udara yang sejuk dan indahnya pemandangan  kota Bandung. 
Beberapa tahun terakhir, Punclut berubah menjadi sentra kuliner Bandung yang menarik. Saung lesehan berjajar dan menjajakan beragam masakan Sunda. Ada nasi beras merah, beras hitam, Ayam Bakar, Pepes Peda, Ikan sampai Usus Goreng, dan rajanya pete dan jengkol goreng hehe,,, siap dimasak 'dadakan' sesuai permintaan pembeli. Dan pedas sambal nya juga sudah cukup membuat hidung meleleh ! Enaknya makan makanan sunda di Punclut ini dilakukan di malam hari dari mulai jam 8 sampai menjelang subuh soalnya sekalian melihat pemandangan kota Bandung yang indah bersinar dalam gelapnya malam.
Menu Makanan Sunda di Punclut
 Pada Minggu pagi, lokasi itu akan berubah menjadi jogging track sekaligus pasar kaget yang menjual beragam jenis barang sampai hewan peliharaan. Jadi kalau berkunjung ke Bandung, jangan lupa untuk mampir bersantai dan makan di Punclut.
Beberapa tahun terakhir ini kawasan Bandung utara mulai dari dago ke punclut yang katanya daerah yang di lindungi karenan berfungsi sebagai penyerapan air hujan bagi kota Bandung, di rusak dengan di bangunnya komplek komplek mewah. mulai dari daerah dago resort terus kawasan SIS(singapore International School) yang terus menggerus wilayah punclut! Seperti nya pemerintah kota Bandung sudah buta segalanya dengan menggadaikan alam nya yang indah. Mari kita bersama menjaga dan menikmati kawasan ini agar terus dapat lestari keindahannya. Daripada Punclut-Dago yang gundul lebih baik kepala walikota Bandung yang kita gunduli ! hehehe piss pa Wali..
View Bandung dari Punclut

Tuesday, August 28, 2012

Sang Hyang Tikoro

Berbicara tentang sejarah geologi Bandung, nampaknya belum lengkap jika tidak berbicara tentang Sanghyang Tikoro. Gua bawah tanah yang dialiri oleh Sungai Citarum tersebut sangatlah memukau mata dan memancing fikiran untuk selalu bersukur terhadap ciptaan NYA.

Makna Sanghyang Tikoro dalam bahasa Indonesia adalah dewa tenggorokan. Sanghyang berarti dewa sedangkan tikoro berarti tenggorokan. Sekitar 20-30 juta tahun yang lalu daerah tersebut adalah terumbu karang indah dengan kedalaman sekitar 10-20 meter. Terbentuknya gua bawah tanah tersebut membuktikan bagaimana hebatnya proses erosi yang dilakukan aliran Citarum hingga mampu melubangi batuan kapur yang keras.

Agaknya dari peribahasa Sunda cikaracak ninggang batu lila-lila jadi legog terinspirasi dari peristiwa erosi tersebut. Banyak orang percaya bahwa gua ini adalah tempat bobolnya Danau Bandung Purba. Padahal dalam buku Geowisata Sejarah Bumi Bandung yang ditulis T.Bachtiar bersama rekan-rekan dari Riset Cekungan Bandung, menyatakan bahwa bobolnya danau tersebut bukan di sini melainkan di daerah Pasir Kiara dan Pasir Larang.
Sang Hyang Tikoro
Ada mitos yang menyebutkan bahwa bilamana seutas rambut atau sepotong lidi terbawa hanyut ke dalam Sanghyang Tikoro, maka akan terdengar jeritan yang menyayat hati dan Bandung akan kembali tergenang menjadi danau. Secara keilmuan hal itu tidak mungkin terjadi.

Tetapi secara filosofis mitos tersebut mengajarkan anak-anak Sunda untuk mencintai alamnya dengan tidak membuang apapun ke dalam sungai. Aliran sungai yang mengaliri gua tersebut dibendung terlebih dahulu oleh Sangkuriang modern di PLTA Saguling untuk menghasilkan listrik 700 MW untuk pasokan Jawa dan Bali.
Danau Bandung Purba
Sayangnya air Citarum yang mengalirinya sudah terkontaminasi oleh limbah pabrik sehingga tercium bau yang menyengat. Sebuah keadaan ironis di mana aset berharga tanah Pasundan harus berhadapan dengan kerasnya arus modernisasi industri. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran manusia-manusia Sunda untuk melestarikan kekayaannya. Jangan sampai keeksotisan Sanghyang Tikoro pudar karena tergerus materi dan pragmatisme semata.

Friday, August 24, 2012

Warung Makanan KHAS BANDUNG/SUNDA

Bagusnya sih klo 'Joyee' nambahin referensi lainnya ya tentang tempat makan masakan sunda yg belum ada di sini ok !

  gambar menu makanan sunda (timbel)
1.   Warung IBU IMAS, Jl Balong Gede dekat ITC kebon Kelapa ( ada 4 tempat di sekitar situ ), saya si paling suka kikil goreng nya! Maknyunnss hehehe,,, sambel nya jelas pedessssss, pencok leunca ( maaf sy ga tau bahasa indonesia nya leunca itu apa yaa??? *shy )
Harga per porsi berkisar 10rb - 20 rban saja ! tp ingat! siap siap ingus meleleh !!! wakakakak

2.   Perkedel/Bergedel BONDON/HOSTES, Stasiun/Terminal Angkot jl kebonjati (dekat pasar baru ), makanan utama yg di jual jelas perkedel meskipun ada masakan yg lainnya tp perkedel ini merupakan primadonanya! ;) buka sekitar jam 23.00 sampe pukul 1 dini hari. Harga 1000 perak saja! sambalnya enaak looochh,, lekker eaten but not sonder btalen (sonder btalen =  ga bayar/ gratisaan * bahasa belanda ) hehehe

3.  Warung Nasi Rai/Raka, Jl. Kalipah Apo ujung pertigaan jalan otista ( sebelum ujung sebelah kanan jalan), menu nya sama aja kalo warung sunda si cuma agak beda beda di detail rasa dan ada satu dua menu yang berbeda, ingat juga! ingus bisa meleleh kalo makan sambel ini plus bulir2 air di hidung dan dahi bakal timbul dan bercucuran ,,wakakakakakakaka tp makgooooodddsss

Peuncok Leunca

4. Ceu' Mar, Jl Cikapundung dekat jembatan sungai n pertokoan onderdil dan elektronik (pasar cikapundung kalau mau kesana bisa lewat jl asia afrika/alun alun masuk lewat jalan sebelah gedung pos atau pun lewat jalan abc. Buka nya sore jam 5an udah buka (kalau dulu sih malam jam 9an baru buka ), menunya masakan khas rumahan/warung di bandung, ada gule,babat goreng, dll.

5. Warung IBU IMAS OTTEN, Jl Otten, daerah jalan rajiman arah cipaganti, patokan tukang jualan anjing n kucing terus saja ambil ke arah jl pasteur. Menunya masakan rumahan orang sunda,,enak apalagi sambel "hejo" nya nyaman dimulut nyosss,,,disini sambel nya ga akan bikin meler ;)

6.  Sate & Gule Kambing M. Harris, letak nya di simpang lima jalan asia afrika - gatot subroto-A. Yani-Sunda. Sate nya disajikan "Hot Plate" jadi lebi mantap ketika disantap. Gulenya juga cukup menggairahkan lidah dengan tempat makan yang dipinggir jalan utama Bandung menambah suasana bersantap lebih asik.
Sate

7. Nasi Timbel Ciliwung, Jl Ciliwung depan dekat Bank NISP. timbel khas sunda : ayam goreng,ati ampela, gepuk, ikan asin, tahu goreng lalapan.

8. Es Oyen, banyak tersebar di bandung tapi markasnya di jalan sukajadi bawah pas dekat belokan mau ke arah RS Hasan Sadikin, kalau dari arah pasir kaliki posisinya ada di sebelah kanan. Menu nya mie baso, baso tahu, macam macam jus, yang juaranya jelas Es Campur,, maxgood...

9. Kupat Tahu & Lontong Kari Cicendo, Jl Cicendo (seberang Rumah Sakit Mata Cicendo, walaupun tempat nya biasa biasa aja tapi rasanya cukup juara !
Es Campur

10. Lotek Kalipah Apo, Jl Kalipah Apo, dari alun alun/ Asia Afrika belok kanan menuju jalan Otista(oto iskandardinata) bawa kanan , belokan ketiga kanan, nah itu Jl kalipah apo terus saja setelah pertokoan alat2 rumah tangga lewat saja sedikit di sebelah kanan ada terlihat plang tulisan Lotek Kalipah Apo.

11. Martabak Andir,,enaknyaa pecah bangett hehe,,Jl Jend. Sudirman 413, dari arah alun alun terus hingga sampai pasar andir, di sebelah kiri tempatnya.

12. Roti Bakar Gang KOte, tempatnya di gang dan pake roda pula tapi roti bakar ini cukup enak, letak nya di jalan Jend. Sudirman depan gang Tamim( tempat penjualan kain kain).
Kupat Tahu

13. Mie Kocok Mang Dadeng, Jl KH Ahmad Dahlan/Jl Banteng No 67, kaki sapi nya empuk, sum sum sapinya beuuuhh yummie,, maxgood!

14. Bakso Ja'i, salah satu legend baso di bandung, letaknya di  dekat  Rel Kereta Api Kosambi tidak jauh dari pertokoan segitiga emas.

15. Es Duren Sakinah, Jl Tubagus Ismail No 5 ( ga jauh ko setelah belok dari arah simpang dago), menu Es Duren yang ditawarkan sangat beragam seperti Es Duren Original, Es Duren Campur es krim vanilla dan cokklat , Es Duren sirup cocopandan dan melon, Es Duren Cocopandan santan , Es Duren Melon Santan , Es Duren Gula Merah.
Martabak Manis


Segini dulu yahh nanti di tambah lagii,, soalnya sudah lupa rasanya harus dicoba lagi ; ) ! NB : untuk sementara tidak untuk tempat2 makan yang sudah terkenal soalnya sudah banyak yang nulis okeeyy JOY !!!

thanks to : http://www.kulinerbdg.com


SITU AKSAN

Situ adalah bahasa Sunda dalam Bahasa Indonesia adalah Danau. Situ Aksan adalah peninggalan Danau Purba Bandung yang sering juga disebut sebagai situ hyang sebenarnya masih banyak Situ selain situ Aksan yang ditemukan di daerah Kota Bandung, tetapi akibat perubahan alam secara alamiah dan atau ketidak pedulian, kekurangtahuan serta kecerobohan pemerintah kota, sisa situ hyang lenyap ditelan pembangunan dan perluasan wilayah Kota Bandung. Sekarang tempat-tempat tersebut hampir semua hanya tinggal nama tanpa keberadaan airnya.

Banyak tempat baik di Kota Bandung maupun di daerah cekungan Bandung yang mengindikasikan asalnya merupakan tempat yang berair, sebagaimana yang dipaparkan oleh T.Bachtiar (“Mengenal Asal-muasal Nama Tempat di Cekungan Bandung”, Pikiran Rakyat, Agustus 2005) yaitu antara lain nama tempat yang menggunakan kata Situ, leuwi, Ranca, Legok, Empang, Bantar, Rawa, Dano, Muara, Parakan, Beber, Lengkong, Parung, Talaga, Teluk, Tanggeung, dan Bugel.

Salah satu sisa dan bukti sejarah keberadaan Situ Hyang yang paling monumental di Kota bandung adalah Situ Aksan (lahan situ milik Aksan) yang sampa pada awal 1970-an masih berfungsi sebagai salah satu lokasi rekreasi masyarakat Bandung.
Situ Aksan dengan pulau kecil ditengah-tengahnya yang dapat dicapai meggunaka perahu cukup terkenal pada tahun 1950-1960 sebagai tempat rekreasi. Tahun 1970-an luas Situ Aksan semakin mengecil akibat ditimbun oleh pembngunan hunian. Pada tahun 1980-1n Situ Aksan sudah merupakan kolam pemancingan dan kolam tempat itik dan angsa berenang, dan pda tahun 1990-an sudah tidak tersisa lagi, yang tinggal anya kubangan kecil saluran pembuangan air saja. Pemerintah Hindia Belanda menyebut situ aksan dengan nama Westerpark dan nama jalan ke Situ Aksan diberi nama Westerparkweg (sekarang Jl. Suryani). 

 Situ yang masih ada di Kota Bandung adalah Situ Emuh di Selatan Kolam Renang Karang Setra dan Situ Neglasari di Ciumbuleuit dengan luas situ yang sudah jauh mengecil.

Situ yang sekarang sudah tidak ada lagi adalah itu Bunjali di Selatan Kolam Renang Cihampelas. Nama Situ Bunjali berasal dari nama tumbuhan Jali yang dalam bahasa Sunda disebut Hanjeli, kaena disekeliling situ banyak ditumbuhi oleh tanaman tersebut. Di Lokasi Situ Bunjali sekarang sudah berdiri komplek perumahan.


Sumber:
BANDUNG Kilas Peristiwa di Mata Filatelis Sebuah Wisata Sejarah
Sudarsono Katam Kartodiwirio, Kiblat Buku Utama, 2006

Thursday, August 23, 2012

TRIO SAMBAL KHAS BANDUNG/SUNDA

Makan makanan utama sunda pasti ada sambal, ibarat bumbu penyedap sambal menjadi alat penggugah selera si penyantapnya. Sambal berbeda cita  rasa antara daerah yang satu dengan daerah yang lain ataupun dari selera si pembuatnya. Dibawah ini Joyee bisa melihat dan mempraktekan 3 macam sambal yang paling utama di tataran sunda ini, silahkan joy,,,

1. Sambal Terasi Mentah
Bahan-bahan :
4-8 buah cabai merah biasa /keriting
3 buah cabai rawit (bisa disesuaikan selera anda)
1 sendok teh terasi(belacan) matang
1/2 sendok teh garam
Gula Merah secukupnya

Cara Pengolahan :
Bahan dihaluskan, tapi jangan terlalu halus




2. Sambal Cibiuk
Bahan-bahan :
1 siung bawang putih
2 cm kencur
1 sdt terasi goreng
15 buah cabai rawit hijau
4 buah tomat hijau, potong-potong
 ½ sdt garam
1 sdt gula merah iris
1 buah jeruk nipis, peras airnya
3 tangkai kemangi, ambil daunnya
Selada keriting, Mentimun, Terung bulat hijau
Cara membuat :
Haluskan bawang putih, kencur, dan terasi. Tambahkan cabai rawit, tomat hijau, garam, dan gula merah, gerus kasar. Tambahkan jeruk nipis, aduk rata. Masukkan kemangi, penyet-penyet, lalu sajikan dengan lalapan.



 3. Sambel Goang
Bahan-bahan :
1. 25 buah cabai rawit merah
2. 3 siung bawang putih
3. ½ sdt garam
4. Tambahkan kencur sedikit saja

Cara Membuat Sambal Goang:
1. Haluskan cabai rawit merah, bawang putih dan garam dan kencur, lalu siram dengan sedikit minyak panas.
2. Sajikan sambal goang dengan hidangan nasi panas dan lauknya, lebih mantap kalo makan dengan ikan asin peda merah !

NB: Takaran yang pastinya, benar benar menurut selera anda, just try Joyee ;)

http://www.kuliner.com

Sunday, August 19, 2012

Panon Hideung

Eulis Zouraida
Lagu Panon Hideung (Mata Hitam) ciptaan Ismail Marzuki yang merupakan lagu rakyat Sunda dan sudah tidak asing lagi di telinga orang Sunda. Namun lagu tersebut bukan asli milik Indonesia, karena lagu asli nya berjudul Ochi Chernye (Dark Eyes) yang merupakan lagu rakyat Ukrania.
Lalu bagaimana lagu ini masuk ke Indonesia dan bahkan di-adaptasi menjadi lagu Sunda? Akhirnya jawaban itu didapatkan dengan keterangan yang meyebutkan,
"Tidak kurang uniknya adalah sejarah lagu yang dikenal Hallo-hallo Bandung ciptaan Ismail Marzuki. Karena mendapat tugas memimpin Studio Orkes NIROM II Bandung di Tegallega bersama Jan Snijders dengan sederetan penyanyi Miss Lee, Miss Netty, Miss Annie Landauw, Miss Nining dan juga Miss Eulis, komponis Betawi itu jatuh cinta pada yang disebut terakhir, yang dinikahinya sekitar tahun 1940 dan diberi nama Eulis Zouraida, mojang Priangan berdarah Sunda-Arab. Selagi pacaran diciptakan lagu Als de Orchiedeen Bloeien dan Panon Hideung, sebuah lagu Rusia dengan syair Sunda. Memang Eulis Bandung itu bermata hitam (Black Eyes), hidung mancung, kulit kuning seperti liriknya dalam bahasa Sunda".

Jadi menurut keterangan tersebut lagu Panon Hideung diambil dari sebuah lagu Rusia dan diubah dengan syair Sunda.
Ismail Marzuki 1914 - 1958

Lirik lagu tersebut ditulis oleh seorang penyair dan penulis Ukraina bernama Yevhen Hrebinka. Dipublikasi pertama kali di Gazeta Literaturnaya pada tanggal 17 Januari 1843. Meskipun sering ditandai sebagai lagu Gypsy Rusia, Lirik dan musik tersebut ditulis oleh seorang penyair Ukraina, Yevhen Hrebinka dan seorang komposer Jerman, Hermann Florian, dan menjadi lagu tentara Rusia (Russian Red Army Choir ). Feodor Chaliapin mempopulerkan lagu tersebut di luar negeri dalam versi yang telah diubah oleh dirinya sendiri dan banyak dinyanyikan oleh seniman Eropa maupun Amerika.

Lagu ini pernah dinyanyikan pula oleh The Tielman Brothers pada live Dutch TV pada tanggal 23 Januari 1960 dengan rock klasik sepanjang masa indo-instro instrumental Black Eyes (Ochi Chorneye / Dark eyes / Les yeux noirs / Panon Hideung). Yang dimainkan lead guitar dan vokalis Andy Tielman

DownLoad This Song(mp3)

Wednesday, August 15, 2012

Sekilas Tentang Kuliner Bandung

Bandung, saya yang kelahiran Bandung merasa biasa biasa saja dalam melihat "Bandung" dalam hal ini tentang Kuliner nya. Tetapi kenyataannya Bandung Ibarat kan Ibu kota Kuliner Indonesia :) !.
Banyak sekali kuliner yang ditawarkan di Bandung ini mulai dari jajanan kaki lima, warung, restoran kelas melati, bintang 1, bintang 5, bintang kedjora dll  hehe,, akan banyak sekali dijumpai di Bandung ini. Ada makanan khas sunda, Indonesia, western,eastern atau pun jenis makanan yang telah berkolaborasi antara satu dengan yang lainnya.
Pada dasarnya orang sunda sangat menyukai "Main Course" nya itu makanan yang segar/mentah  bisa dilihat dari Nasi Timbel(nasi dibungkus daun pisang) yang lauknya yaitu bisa ayam goreng/bakar/pepes, ikan goreng/bakar/pepes, gepuk(daging sapi yang dimasak dengan bumbu khas), ikan asin, sayur asam, tahu, tempe dan yang utamanya 'lalapan'. Lalapan adalah tanaman yang dikonsumsi sebagai lauk utama makanan sunda seperti : kol, mentimun, selada, terung, daun singkong, daun pepaya dll. juga ad pencok leunca, sayur kacang, dan tidak lupa 'Jendral' dalam menu khas sunda yaitu Sambal! Warung atau restoran makanan sunda berlomba menyajikan sambal dengan masing masing membawa khas daerah "sub suku sunda"  seperti garut,tasik, cianjur dll. yang menjadikan khas masing masing. Sangat sayang jika ke Bandung tidak mencicipi makanan Utama Khas Sunda ini!.
Orang Bandung ini sepertinya 'doyan' ngemil, bisa dilihat dengan banyaknya jenis makanan ringan/jajanan yang khas dan menggugah selera seperti : batagor, mie baso, mie kocok, baso tahu jika ke bandung anda dapat mencarinya di sekitar jalan burangrang, dago, karapitan, buahbatu (banyak sekali gerai di jalan tersebut). Ada juga Brownies( kue coklat khas US yg dikembangkan kembali oleh orang Bandung), pisang bolen/molen( pisang bersalut terigu ylalu di oven kan ), martabak ( rata rata martabak dibandung enak enak ), serabi, risoles, cendol Elisabeth ( cari daerah jalan otista ), yoghurt ( di bmc, cisangkuy ). Jangan lupa pastry dan roti rotian yang banyak dijumpai di Bandung  ada roti sidodadi(jalan otista - dalem kaum ), rasa bakery(tamblong), french(braga) dan masih banyak toko lainnya ( diharapkan anda mencari tahu sendiri jika anda berada di bandung, karena akan lebih menarik ! ). Minuman khas Bandung/ sunda pun jangan ketinggalan, selain cendol ada juga bandrek(gula merah dan jahe), bajigur( pati kelapa dan gula) sangat nikmat di minum pada malam hari ditemani oleh cemilan cemilan khas yang ringan dan alami. 

Ada juga jajanan 'jalanan' seperti cilok( aci di colok/ditusuk = tepung aci di bulat bulat menyerupai baso yang dimakan dengan saus tomat dan kecap ataupun bumbu kacang ), cireng ( aci di goreng ), cakue dan tandemnya odading ( sepertinya merupakan makanan pembauran antara suku china dan sunda ). Dan penganan khas dan sudah menjadi 'habit' ngemil nya orang Bandung yaitu: Gorengan ! /fried snack/hotsnack  terdiri dari gehu(toge tahu = tahu didalamnya dimasukan tauge lalu dibalut tepung terigu cair dan digoreng), bala bala/ bakwan ( macam macam sayuran yang di campurkan dengan terigu lalu digoreng ), pisang goreng, tempe goreng, comro( oncom dijero/didalam ), ubi goreng, ubi kayu/sampeu goreng, nangka goreng, nanas goreng, peyeum goreng. Anda akan mudah menjumpai penjual gorengan ini di jalan jalan kota maupun di komplek, perkampungan padat penduduk.
Jika anda berjalan jalan ke lembang( +/- 20 km ke sebelah utara kota Bandung ) anda akan banyak menjumpai penjual makanan ketan bakar( toast sticky rice) dan jagung bakar juga sate kelinci dan susu murni banyak juga di jumpai dari mulai jalan setiabudi atas hingga kota Lembang.

Mie baso dan nasi goreng sudah menjadi makanan yang sangat umum dijumpai di Bandung ini, meskipun bukan makanan asli sunda, tetapi makanan ini sudah mejadi 'kultur kuliner' nya lidah orang Bandung. Banyak sekali penjual makanan ini yang dapat dijumpai di Bandung mulai dari penjaja kaki lima, warung dan restauran.
Diseputaran kota Kembang ini (sebutan kota bandung * di artikel selanjutnya akan dibahas tentang sebutan 'kota kembang' ) banyak juga dijumpai warung/restauran makanan dari suku atau wilayah lain Indonesia seperti, makanan padang, melayu, aceh, makasar, jawa, menado dll. Dan juga makanan makanan asing seperti Jepang, Korea, Eropa, India, Thailand dan masih banyak lagi. 

Coba anda datang sendiri ke Bandung dan berburulah kuliner kuliner unik dan khas, di kota ini apalagi jika anda orang yang penasaran yang suka bertanya, untuk beberapa tempat penjualan makanan khas Bandung ini ada sejarahnya yang dapat menggelitik pikiran dan juga menambah wawasan tentang budaya, sosial, yang dll.

Selamat datang di Bandung, selamat menikmati kuliner nya yang dari waktu ke waktu bertambah variannya karena daya kreatifitas orang Bandung yang selalu 'update' dan unik.

Ayo Joyee.. go here,, there's lot of fun and happiness in our city called BANDUNG ! Ayo JOY,, !